HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MP ASI DENGAN KEJADIAN BAWAH GARIS MERAH (BGM) DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SUMBERJAYA KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2016

  • Ayu Idaningsih STIKes YPIB Majalengka
Keywords: MP ASI, BGM, Balita

Abstract

Kasus balita BGM erat kaitannya dengan status gizi anak. Gangguan gizi pada bayi dan anak adalah kondisi tidak tercukupinya jumlah zat gizi pada makanan yang dikonsumsi oleh seorang bayi atau anak. Puskesmas dengan jumlah kasus balita BGM di Kabupaten Majalengka tahun 2015 paling tinggi terdapat di UPTD Puskesmas Sumberjaya yaitu sebesar 4,08%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dengan kejadian Bawah Garis Merah (BGM) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sumberjaya Kabupaten Majalengka Tahun 2016.

Jenis penelitian ini menggunakan penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan atau desain case control. Sampel pada penelitian ini menggunakan perbandingan 1 : 2 yaitu kasus sebanyak 14 anak BGM dan kontrol sebanyak 28 anak non BGM. Analisis datanya menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi square.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurang dari setengah (33,3%) anak mengalami BGM, kurang dari setengah (38,1%) anak dengan pola pemberian MP-ASI tidak tepat dan ada hubungan yang bermakna antara pola pemberian MP ASI dengan kejadian Bawah Garis Merah (BGM) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sumberjaya Kabupaten Majalengka Tahun 2016 (r value = 0,013 dan OR = 5,4).

Upaya untuk mencegah dan menekan angka kejadian Bawah Garis Merah (BGM) yaitu dengan meningkatkan penyuluhan petugas kesehatan kepada ibu tentang MP ASI, membangun kerja sama antara petugas kesehatan dan kader untuk menyelenggarakan kegiatan posyandu dengan rutin serta melaksanakan kegiatan kunjungan ke rumah ibu untuk memberikan informasi dan motivasi dalam pemberian MP ASI kepada anaknya dengan tepat.

References

Alade, Olayinka, dkk. 2013. Exclusive Breastfeeding And Related Antecedent Factors Among Lactating Mothers In A Rural Community In Southwest Nigeria. Academic Journals. Vol, 5 November 2013.

Alhamda, S. 2015. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM). Jakarta: Rineka Cipta

Aliza, S. 2012. Buku Serba Tahu : Perawatan Balita Anda. Jakarta: Rineka Cipta.

Alfi’ah, I. 2015. Hubungan Antara Berat Badan Lahir Dan Usia Pemberian Mp-Asi Dengan Kejadian Bawah Garis Merah Pada Balita Di Desa Dukuhmulyo Kecamatan Jakenan Kabupaten Pati. Jurnal Program Studi Gizi STIKes Ngudi Waluyo.

Almatsier. 2011. Gizi Seimbang Dalam Daur Kehidupan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Arikunto, S. 2012. Prosedur Penelitian: Suatu Pengantar Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Arisman. 2011. Gizi Dalam Daur Kehidupan: Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta: Buku. Kedokteran EGC.

Badan Pembangunan Nasional. 2015. Laporan Nasional Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Beck. 2011. Ilmu Gizi dan Diet, Hubungannya dengan Penyakit-penyakit untuk Perawat dan Dokter. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Diah. 2011. Menyiapkan Makanan Pendamping ASI. Jakarta : Puspa Swara,

Didah,R. 2011. Pemberian Makanan Tambahan. Jakarta : EGC.

Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka. 2016. Profil Kesehatan Kabupaten Majalengka tahun 2015. Majalengka: Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka.

Ernawati. 2012. Mendeteksi Gizi Buruk Pada Balita Detecting Malnutrition In Toddlers. http://litbang.patikab.go.id/. Diakses tanggal 15 Desember 2016.

Gerungan, G. P. 2012. Hubungan Antara Riwayat Penyakit Infeksi dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 13-36 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tuminting Kota Manado. fkm.unsrat.ac.id/, diakses tanggal 18 Desember 2016.

Hakim. 2014. Pemberian Mp-ASI dengan Status Gizi Bayi Usia 6-24 Bulan Berdasarkan Indeks BB/U di Desa Ban Kecamatan Kubu Tahun 2014. Jurnal Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Harahap, S. M. 2015. Pengaruh Perilaku Ibu Terhadap Kejadian Bawah Garis Merah (BGM) pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan. Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.

Huliana, M. 2013. Menyiapkan Makanan Pendamping ASI. Jakarta: Puspa Swara.

Kartika dan Alharini. 2012. Hubungan Pola Pemberian Asi Dan Mp Asi Dengan Kejadian Balita Bgm Pada Anak 6-24 Bulan Di Kelurahan Pannampu Makassar. Media Gizi Masyarakat Indonesia, Vol. 1, No.2, Februari 2012.

Kementerian Kesehatan RI. 2012. Situasi dan Analisis ASI Eksklusif. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI, 2016. Profil Kesehatan RI tahun 2015. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kristiyanasari, W. 2011. ASI, Menyusui dan Sadari. Yogyakarta: Nuha Medika.

Lastanto. 2015. Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Gizi Kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Cebongan. Jurnal Penelitian STIKes Kusuma Husada Surakarta.

Litbangkes. 2014. Kajian Sektor Kesehatan. Jakarta: Litbangkes.

Maryunani, A. 2011. Inisiasi Menyusui Dini ASI Eksklusif dan Manajemen Laktasi. Jakarta : CV. Trans Info Media

Melinda. 2012. Kebutuhan Gizi Balita: Hal Utama dalam Pertumbuhan Buah Hati. http://melindahospital.com. Diakses tanggal 12 Desember 2016.

Muchlis, N. 2012. Hubungan Asupan Energy dan Protein Dengan Status Gizi Balita di Kelurahan Tamamaung. repository.unhas.ac.id, diakses tanggal 12 Desember 2016.